Kata%252Bkata%252BSedih%252BPerpisahan.j

Sudah tidak ku duga, saat ini saya sudah menginjak ke Kelas dua belas SMA. Tak terasa begitu cepat waktu berlalu sehingga membuat saya tidak sadar sudah menginjakkan kaki saya ke kelas dua belas. Tapi sekarang Perpisahan sudah berada didepan mata. Rasa bingung dan cemas pun muncul dalam diri saya. Saya akan berpisah dengan teman-teman saya disekolah dan memulai hidup baru. Selama dua tahun lamanya saya menuntut ilmu dari kelas sepuluh dan sebelas memberikan pengalaman yang begitu banyak. Merasakan kesedihan, bahagia, kecewa, dan lain-lain itu semua sudah saya alami. Kasih sayang saya terhadap sahabat dan teman kelas yang akan saya ingat terus dengan candaan mereka, kekonyolan mereka, ketawa bersama, menyelesaikan masalah bersama, makan bersama, saling mengingatkan, dan lain-lain. Tidak akan saya lupakan dan akan selalu terkenang dalam jiwa ini.

Dimulai dari nol untuk membangun kebersamaan Kelas menjadi kompak dan tidak saling Egois satu sama lain. Semua itu butuh kesabaran dan keikhlasan. Dimulai dari Anak yang berkelompok atau (bergeng) yang saat ini sudah tidak tampak lagi dan mulai kompak dalam hal positif.

Waktu dulu Saya tidak nyaman dengan suasana kelas karena terlalu diam atau kurang interaksi satu sama lain. Tapi itu semua saya jalani dengan Ikhlas dan sabar. Pada Akhirnya saya menemukan kenyamanan yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Kenyamanan dan kehangatan bisa berkeluarga kecil denga Anak kelas.

Langkah demi langkah kaki kita akan berjalan seiring waktu. Berjalan dengan penuh rintangan dan hinaan itulah hidup yang sebenarnya kawan. Suatu saat nanti kita akan Rindu masa-masa putih abu. dimana pertemuan disitulah perpisahan.